JURNAL MAGANG || TUGAS 6 : Install Debian 13 Server

 

Setelah kemarin menyelesaikan course teori jaringan, hari ini adalah hari praktik sebenarnya! Mentor memberikan tantangan: "Bangunlah rumah (server) untuk aplikasi-aplikasimu nanti. Mulai dari pondasi sampai atap." Dan aku memilih Debian 13 - distro server yang stable, secure, dan powerful. Mari kita mulai pembangunan!

 

Spesifikasi Server :

Nama Project: Debian-13-Server
RAM: 3 GB (3072 MB) - cukup untuk service dasar
CPU: 2 Core - multitasking capability  
Storage: 20 GB - ruang untuk OS + aplikasi
Network: Bridge Adapter - akses penuh ke jaringan
Tipe: Server (CLI only) - no GUI, full power! 

 

📥 Bahan yang Disiapkan:

 VirtualBox (sudah terinstall dari hari 2)

 ISO Debian 13 (download dari debian.org)

 Kopi ☕ (wajib untuk konsentrasi!)

 Catatan untuk dokumentasi

1. Pembuatan Mesin Virtual Baru

  • Buka aplikasi VirtualBox, klik menu Machine lalu pilih New.

  • Berikan nama mesin virtual (contoh: Debian-13-Server) dan tentukan folder lokasi penyimpanan file instalasi.

  • Masukkan file ISO Debian 13 pada bagian ISO Image. Pilih tipe Linux dan versi Debian (64-bit).

  • Centang opsi Skip Unattended Installation untuk melakukan konfigurasi secara manual.

2. Konfigurasi Hardware

  • Atur kapasitas RAM (Base Memory), disarankan sekitar 3072 MB (3 GB) dan Processor menjadi 2 CPU.

  • Tentukan kapasitas Hard Disk, standarnya adalah 20 GB dengan tipe VDI (VirtualBox Disk Image).

  • Ubah pengaturan Network dari NAT menjadi Bridge Adapter agar mesin virtual terhubung ke jaringan yang sama dengan host.

3. Proses Instalasi OS

  • Klik Start untuk menjalankan mesin virtual, lalu pilih metode Graphical Install.

  • Pengaturan Regional: Pilih bahasa (English), lokasi (Indonesia), dan konfigurasi keyboard (American English).

  • Konfigurasi Jaringan: Masukkan Hostname (contoh: IT-Nubi) dan kosongkan bagian Domain Name jika tidak diperlukan.

  • User & Password: Masukkan password untuk Root, lalu buat user baru beserta password-nya.

  • Pengaturan Waktu: Pilih zona waktu yang sesuai (contoh: Jakarta untuk WIB).

4. Partisi Hard Disk

  • Gunakan metode Guided - use entire disk untuk pemula.

  • Pilih opsi All files in one partition (recommended for new users).

  • Pilih Finish partitioning and write changes to disk, lalu pilih Yes untuk mengonfirmasi.

5. Konfigurasi Paket & Software

  • Pada opsi Scan extra installation media dan Use a network mirror, pilih No.

  • Software Selection: Karena akan dijadikan server, hilangkan centang pada Debian desktop environment dan GNOME. Pastikan hanya Standard system utilities yang tercentang.

  • Instal GRUB boot loader dengan memilih Yes dan arahkan ke device /dev/sda.

6. Penyelesaian

  • Setelah instalasi selesai, klik Continue dan sistem akan melakukan restart otomatis.

  • Login menggunakan username dan password yang telah dibuat sebelumnya. Tampilan akhir akan berupa CLI (Command Line Interface) karena ini adalah versi server.

    🖥️ First Login Experience:

 

 

 Tentang Kami - Radnet Digital Indonesia
PT Radnet Digital Indonesia

PT Radnet Digital Indonesia adalah perusahaan yang bergerak pada bidang layanan solusi digital. Memberikan solusi digital untuk pengembangan bisnis atau kebutuhan pribadi anda.
📡 Butuh internet cepat dan stabil?
 
📞 Hubungi RADNET sekarang juga!
🌐 Website: www.radnet-digital.id
📧 Email: sales@radnet-digital.id
☎️ WhatsApp (chat only): 08155044434
RADNET – Solusi Internet Andal untuk Bisnis Anda 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JURNAL MAGANG || TUGAS 1 : Instalasi Telegram Desktop, Cisco Packet Tracer dan Virtual Box Pada Linux Ubuntu

JURNAL MAGANG || TUGAS 3 : Membuat akun di lms.idn dan mengikuti course Dasar Jaringan

JURNAL MAGANG || TUGAS 4 : Menyelesaikan course Jaringan Dasar