Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2026

JURNAL MAGANG || TUGAS 12 : RANGKUMAN DEVELOPER’S WRAPPED UP 2025: WHAT’S NEXT?

Gambar
 saya menyaksikan langsung bagaimana dunia pengembangan perangkat lunak mengalami transformasi signifikan. Interaksi dengan komputer kini semakin intuitif, berkat kemajuan model bahasa besar (LLM) dan AI generatif yang memungkinkan komunikasi menggunakan bahasa alami sehari-hari. Sebagai seorang magang, saya belajar bahwa peran developer tidak lagi berfokus semata pada penulisan kode manual. AI telah menjadi asisten yang powerful untuk berbagai tugas, mulai dari pembuatan kode, dokumentasi, analisis, hingga prototyping cepat. Pengalaman ini membuka pikiran saya bahwa kehadiran AI bukan untuk menggantikan, melainkan untuk memperkuat kapabilitas kita dalam bekerja dengan lebih produktif dan efisien. Di sisi lain, saya juga semakin memahami bahwa cloud computing adalah tulang punggung sistem modern. Hampir semua layanan digital, termasuk yang saya pelajari selama magang, dibangun di atas infrastruktur cloud yang fleksibel dan mudah diskalakan. PT Radnet Digital Indonesia PT Radnet Dig...

JURNAL MAGANG || TUGAS 11 : RANGKUMAN ARSITEKTUR DAN IMPLEMENTASI LAYANAN ACTIVE DIRECTORY PADA ZENTYAL COMMUNITY

Gambar
  Kemarin saya baru saja menghadiri sebuah seminar yang sangat berkesan tentang dunia pengembangan sistem. Jujur saja, awalnya saya pikir topiknya bakal berat dan membosankan, tapi ternyata pembahasannya sangat membuka mata! Materi intinya adalah tentang Arsitektur dan Implementasi Sistem . Saya ingin membagikan sedikit insight yang saya dapatkan dari sana, karena menurut saya ini sangat relevan buat kita yang sedang bergelut di dunia IT atau sekadar ingin tahu bagaimana sebuah aplikasi besar dibangun. 1. Arsitektur Bukan Sekadar Gambar, Tapi Fondasi Di sesi pertama, pembicara menekankan bahwa Arsitektur Sistem adalah sebuah "cetak biru". Bayangkan kita mau bangun gedung; tanpa arsitektur, gedung itu mungkin tegak, tapi belum tentu tahan gempa atau nyaman dihuni. Ada tiga hal utama yang saya catat: Koneksi Antar Komponen: Bagaimana database , antarmuka (UI), dan server berkomunikasi. Semuanya harus terhubung dengan rapi. Skalabilitas: Arsitektur yang baik adalah yang siap...

JURNAL MAGANG || TUGAS 10 : Panduan Troubleshooting Jaringan & Konfigurasi Remote Server (Telnet, RDP, VNC) di Debian 13

Gambar
Mengelola server berbasis Debian seringkali menghadirkan tantangan tersendiri, terutama pada versi testing seperti Debian Trixie (Debian 13) . Artikel ini merangkum pengalaman praktis dalam mengatasi masalah koneksi, hak akses paket, hingga instalasi layanan remote desktop. 1. Mengatasi Masalah Koneksi & DNS Saat melakukan apt update , sering muncul error "Temporary failure resolving" . Ini menandakan sistem tidak bisa menerjemahkan domain repositori. Solusi: Cek Koneksi: ping 8.8.8.8 (untuk memastikan internet aktif). Konfigurasi DNS: Edit file /etc/resolv.conf dan tambahkan DNS publik: Plaintext nameserver 8.8.8.8 nameserver 1.1.1.1 2. Memahami Permission & Lock File Error seperti Could not open lock file /var/lib/dpkg/lock-frontend terjadi karena: Lupa Sudo: Menjalankan perintah sistem tanpa hak akses root. Proses Ganda: Ada proses apt lain yang sedang berjalan di latar belakang. Solusi: Gunakan selalu sudo dan pastikan tidak ada update otomatis yang sed...

JURNAL MAGANG || TUGAS 9 : Menghilangkan "DUP!" pada Saat PING google.com via SSH debian 13

Gambar
Saat saya install debian 13 saya menemukan masalah menarik: munculnya pesan DUP! saat melakukan ping ke Google melalui SSH. Pesan ini tidak mengganggu koneksi tetapi cukup mengganggu monitoring. Berikut solusi komprehensif yang saya kumpulkan. Apa Itu DUP! pada Ping? DUP! (duplicate) muncul ketika server menerima balasan ping duplikat dari sumber yang sama. Ini biasanya terjadi karena: Packet forwarding yang tidak optimal Konfigurasi routing yang menyebabkan paket berputar Karakteristik jaringan provider Langkah Diagnosa Awal bash # 1. Test ping dengan packet count ping -c 10 google.com # 2. Cek routing path traceroute google.com # 3. Gunakan mtr untuk analisis lebih detail mtr --report google.com Solusi 1: Konfigurasi Sysctl Untuk File sysctl.conf Kosong Banyak server modern memiliki /etc/sysctl.conf kosong. Gunakan direktori /etc/sysctl.d/ : bash # Buat file konfigurasi baru sudo nano /etc/sysctl.d/99-fix-dup.conf Tambahkan Konfigurasi: bash # Kernel Network Op...

JURNAL MAGANG || TUGAS 8 : Rangkuman Lokakarya BlankOn: Pemaketan Dasar Debian

Gambar
  Pada webinar Lokakarya BlankOn kali ini, saya belajar tentang dasar-dasar pemaketan Debian, mulai dari alasan menjadi pemaket hingga proses pembuatan paket .deb . Berikut rangkuman materi yang disampaikan: Apa Itu Pemaketan? Pemaketan adalah proses mengubah source code menjadi berkas .deb yang siap dipasang di sistem Debian atau turunannya seperti BlankOn. Mengapa Menjadi Pemaket? Memasang software yang belum tersedia dalam paket Debian. Memperbarui paket dengan versi upstream terbaru. Memperbaiki bug pada paket yang sudah ada. Berkontribusi sebagai pendekar BlankOn  Cara Kerja Pemaketan Unduh source code dari upstream (biasanya format .tar ). Tambahkan direktori debian . Modifikasi sesuai kebutuhan. Build paket menjadi .deb . Struktur Direktori debian Setelah debmake , akan terbentuk direktori debian dengan file penting: control → Metadata paket. changelog → Riwayat perubahan. copyright → Informasi lisensi. rules → Skrip build . install → Daftar file yang aka...

JURNAL MAGANG || TUGAS 7 : Simulasi Jaringan 3 Lab Komputer dengan IP Kelas dan Prefix /28 Menggunakan Cisco Packet Tracer

Gambar
Sebelum menerapkan jaringan komputer di dunia nyata, simulasi menjadi langkah kritis untuk menguji konfigurasi, mengidentifikasi masalah potensial, dan mengoptimalkan desain jaringan. Cisco Packet Tracer menawarkan platform sempurna untuk tujuan ini, terutama untuk topologi multi-lab seperti yang akan kita bangun. Spesifikasi 3 LAB: LAB A (Kelas A dengan /28):  - Network utama: 10.0.0.0/8 - Subnet yang digunakan: 10.10.10.0/28 - Usable IP: 10.10.10.1 - 10.10.10.14 - Broadcast: 10.10.10.15 - Total host: 14 LAB B (Kelas B dengan /28): - Network utama: 172.16.0.0/16 - Subnet yang digunakan: 172.16.20.0/28 - Usable IP: 172.16.20.1 - 172.16.20.14 - Broadcast: 172.16.20.15 - Total host: 14 LAB C (Kelas C dengan /28): - Network utama: 192.168.30.0/24 - Subnet yang digunakan: 192.168.30.0/28 - Usable IP: 192.168.30.1 - 192.168.30.14 - Broadcast: 192.168.30.15 - Total host: 14  Perhitungan: prefix /28: - Subnet Mask: 255.255.255.240 - Block Size: 16 - Host per subnet: 14 (16 - 2) -...